Tentang Luka yang Kau Rayakan dan Maafku yang Terlupakan

Daftar Isi
Tentang Luka yang Kau Rayakan dan Maafku yang Terlupakan

Rasanya aneh banget ya, melihat orang yang biasanya paling hangat tiba-tiba berubah jadi sedingin es. Tatapan yang biasanya bikin tenang, sekarang malah bikin asing, seolah-olah aku ini orang jahat yang baru aja melakukan dosa tak terampuni. Iya, aku tahu aku salah. Aku nggak akan cari pembenaran buat itu kok. Aku sadar kalau tindakan aku kemarin mungkin melukai ego atau perasaanmu. Tapi, melihat kamu berubah drastis cuma karena satu titik noda ini, jujur bikin aku bertanya-tanya tentang arti kita selama ini.

Coba deh kita duduk sebentar dan putar ulang memori ke belakang. Ingat nggak saat kamu lupa janji kita? Atau waktu kata-katamu tajam banget sampai bikin aku nangis diam-diam di kamar mandi? Waktu itu, aku punya seribu alasan buat marah, buat mendiamkan kamu, atau bahkan buat pergi ninggalin kamu. Tapi apa yang aku lakuin? Aku memilih buat nelan rasa kecewa itu bulat-bulat. Aku memilih buat memaafkan kamu, bahkan sebelum kamu minta maaf. Kenapa? Karena buat aku, mempertahankan kamu itu jauh lebih penting daripada memenangkan ego aku sendiri.

Tapi sekarang, posisinya berbalik. Giliran aku yang tersandung, kamu langsung bangun tembok tinggi banget. Kamu jadikan kesalahanku ini sebagai alasan buat berubah, buat ngehukum aku dengan sikap dinginmu itu. Rasanya nggak adil banget. Kenapa stok maafmu tipis banget buat aku, sedangkan stok maafku buat kamu nggak pernah ada habisnya? Hubungan ini kan isinya dua manusia yang sama-sama nggak sempurna, bukan satu hakim dan satu terdakwa.

Aku cuma berharap kamu ngerti, kalau cinta itu bukan soal siapa yang paling suci tanpa salah. Cinta itu tentang gimana kita bisa saling membasuh luka, bukan malah menabur garam di atasnya pas pasangan lagi jatuh. Kalau setiap kesalahan harus dibayar dengan perubahan sikap, mungkin kita nggak akan pernah sampai ke tujuan yang kita mau. Tolong, jangan biarkan satu kesalahan ini menghapus semua kebaikan yang udah kita bangun susah payah. Karena kalau aku bisa memeluk kurangmu berkali-kali, kenapa kamu nggak bisa memeluk kurangku sekali ini aja?

Yonanda "�� Hai, gue di sini buat ngasih lo semua getaran positif & cerita seru yang bikin hari lo makin asik! Yuk, ikut perjalanan gue di blog ini, tempat curhat, tips, & segala hal random yang terkadang absurd tapi tetep relatable. Kee